Laman

Rabu, 29 Februari 2012

Rasai Hidup Ini...

Hujan deras mengguyur Makassar...............

sore yang awalax terik dan sinar mentari yang terang menerangi bumi menjadi gelap dan tak lama setelahx diliputi hujan pun berlarian jatuh membasahi bumi..... hari ini begitu lelah, sama dengan kemarin, dan rasa ini telah terkontaminasi dengan sedikit kejengkelan.... huft.... ya Rabb.. afwan atas semuanya... jadikan diri ini ikhlas menjalani rutinitas ini... semua harus dijalani.. ku harus bisa.......

Sudah 5 hari bersama ke delapan kurcaci-ku... hm... walaupun rada-rada ribet juga ngaturnya, tetapi masih sering tersenyum melihat n mendengar tingkah mereka. namanya juga anak-anak...... mesti sabar menghadapainya. hitung-hitung belajar ngurus anak, sebelum ngurus anak sendiri (he...he.... aya-aya wae... :D )

lelah terasa, melalui hari-hari.... dengan ragam aktivitas, antara amanah dan study. mungkinkan karena ada masalah dengan keikhlasan? upzzz......... smoga tidak ya Rabb.... inilah hidup, penuh dengan hal-hal yang terkadang membuat kita tidak bisa berbuat banayk, menyita banyak waktu, dan terlebih-lebih bisa membuat lelah. Ingin rasanya menjadikan semuanya sesuai dengan ingin kita, namun bisakah? sedang kuasa tak ada di tangan kita. 

Maka jalani saja semuanya... walau lelah, hadiahi diri dengan senyum. kebahagiaan bahwa, ternyata masih ada waktu untuk kita menabung amal dan bekal. jadikan sebagai ladang bukan sebagai beban. walau berat, walau lelah, walah rasanya ingin menangis, ingin mengeluh, ingin mengadu.. jalani saja... tersenyumlah.... 
hidup, begitu singkat untuk dijadikan kelam dengan sedih dan lelah kita......

apapun aktivitasmu, betapa pun lelahmu... tersenyumlah.... bertahanlah... lawanlah... dan rasailah hidup.... 
hidup untuk berbuat......... Maka nikmatilah hidup..... 
Laa akhirati Ilal Jannah.....................

Selasa, 28 Februari 2012

Kata Mutiara Persahabatan



Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi. Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih. 

� 
Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinar. 

� 
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan. 

� 
Sahabat yang tidak jujur ibarat dapur yang berhampiran. Jikalau pun kamu tidak terkena jelaganya sudah pasti akan terkena asapnya.

Persahabatan 5
Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun , dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

� 
Sahabat sejati adalah mereka yang sanggup berada di sisimu ketika kamu memerlukan dukungan walaupun saat itu mereka bisa memilih berada di tempat lain yang lebih menyenangkan.

� 
tanggap dan gunakanlah kesempatan yang lewat dihadapanmu dengan sebaik-baiknya, karena dalam setiap kesempatan itu adalah anugrah yang termahal. dan tetaplah jaga ikatan persahabatan yang telah kau jalin.

� 
persahabatan tak akan mati di makan zaman, kemarin adalah kenangan, sekarang adalah kenyataan, besok adalah harapan.

� 
hiasi kedua tanganmu dengan tawadu’ dan jari-jarimu dengan cincin persahabatan.

� 
jangan sekali-kali engkau melupakan sahabatmu yang telah memberi kamu tempat untuk berbagi dan bercanda. karena walaupun jauh sahabat akan selalu ada. 

� 
Sahabat adalah tempat untuk mencurahkan isi hati atau bertukar pikiran. Keberadaan sahabat memang dibutuhkan, terlebih kerelaannya untuk mengambil resiko dalam memberikan solusi terhadap apa yang diutarakan.

� 
Sahabat yang baik, bukan hanya sekadar untuk memberikan tanggapan terhadap segala apa yang utarakan. Tapi sahabat yang baik adalah sahabat yang mau berkorban. Sahabat yang tak pernah menilai dengan uang atau harta. Ia ibarat matahari yang mampu memberikan sinaran yang terang. Ia selalu berkata jujur dan dapat berkata benar.


�Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah�

�Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama�



�Sahabat sejati adalah orang yang dapat berkata benar denganmu dan bukan orang yang membenarkan kata-katamu�

�Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya�

�Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian�

�Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya�

�Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah�

�Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya�

�Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis�

�Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya�

�Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinnya�

�Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri�

�Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita. Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda??. Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??�

�Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan??. Merekalah sahabat-sahabat anda�

�Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka. Karena seorang sahabat bisa lebih dekat dari pada saudara sendiri�

�seorang sahabat dapat dianggap karya alam yang paling utama�

�Sahabat kemarin adalah musuh hari ini. Musuh kemarin adalah sahabat hari ini.� Seharusnya Anda memiliki sahabat itu seperti kata mutiara yang dikatakan Lukman al-Hakim, �Seribu orang sahabat sangat sedikit, tetapi seorang musuh sudah terlalu banyak�

Sabtu, 11 Februari 2012

hidupmu adalah pilihanmu

Sebanyak apapun nasihat yang datang padamu
Sesering apapun mereka yang mengingatkanmu
pilihan tetap ditanganmu
diabaikan atau didengar tetap menjadi hakmu

Jangan caci mereka
Jangan hujat mereka

Mungkin kamu menolaknya
Mungkin kamu tak suka
Mungkin juga ada seseorang yang justru membutuhkannya

Hidup itu pilihan
silahkan pilih jalan hdupmu sendiri

Saya hanya MENGINGATKAN, bukan MEMAKSA

Minggu, 29 Januari 2012

Hidup adalah Belajar

Bismillaah. . .

Qt pernah "DILUKAI" dan pernah "MELUKAI". tapi,karena itu kita belajar tentang bagaimana cara menghargai, menerima, berkorban dan memperhatikan. . .

Qt pernah "DIBOHONGI" dan pernah "MEMBOHONGI". tapi, dari situ kita belajar tentang kejujuran. . .

Jika qt ndak pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini, mungkin qt tidak belajar arti diri MEMINTA MA'AF dan MEMBERI MA'AF. . .

Setiap waktu yang qt habiskan dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali!

Namun,ada satu hal yang masih tetap qt lakukan yaitu BELAJAR dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik!

Hidup adalah proses. . .
Hidup adalah belajar,tanpa ada batas umur. . .
Tanpa ada kata tua. . .


JATUH. . .berdiri lagi!
kALAH. . .mencoba lagi!
GAGAL. . .bangkit lagi

Jangan lelah ada untukku Ibu....

5 watt.......
Mungkin begitulah mataku, rasanya begitu ngantuk dan juga badan rasax remuk. beginilah kalau begadang lagi. namun ini sudah keharusan, mau tidak mau harus dilakukan. katanya wajar saja kalau yang namanya mahasiswa seperti itu, identik dengan begadang, awut-awutan, pusing bahkan kelihatan banyak pikiran. (katanya sih... kata dosen suatu waktu). :-D

Malam semakin merangkak bersama sepi, namun mata tetap juga susah untuk dipejamkan. arghhhhh... lagi-lagi insomnia ini kumat. tambah kurus jadinya.... beberapa hari belakangan ini bertemu dengan beberapa orang yang semuanya menegur diriku yang makin kurus. mereka selalu bertanya mengapa???. hanya senyum yang kuberikan kepada mereka...

Ibu menelponku......
senang rasanya mendengar suaranya dari jarak ratusan kilometer. andai ia ada di sini... 
rasanya lidah ini kelu untuk berbicara, namun ku harus bisa.. ia tidak boleh tahu dengan semuanya, ia tidak boleh tahu dengan air mata yang sudah menetes bersama dengan susunan kata-katanya. yah,.. ku harus bisa meyakinkannya kalau diriku baik-baik saja.

“Tiga perkara yang merupakan bagian dari kesabaran; engkau tidak menceritakan musibah yang tengah menimpamu, tidak pula sakit yang engkau derita, serta tidak merekomendasikan dirimu sendiri.” (Mawa’izh Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri, hal. 81)

Ibu....
maafkan diriku yang tak bisa bercerita kepadamu. maafkan diriku yang tidak bisa menumpahkan semua masalahku, keluh kesahku, sedihku, kecewaku, bahkan kesenanganku... karena rasanya lidah ini tertimbun ratusan ton beban untuk menceritakan semuanya. biarlah semua hanya ku simpan. cukup dirimu tahu di sini aku baik-baik saja, aku ingin engkau tetap yakin kalau ku tetap bisa berdiri dengan kakiku sendiri, ku bisa tegar menjalani kehidupan, ku bisa tetap tersenyum menyambut hari.. aku tak ingin engkau khwatir kepadaku. Aku yakin akan naluri seorang ibu. karena setiap ku butuh tempat untuk bercerita, engkau selalu ada walaupun hanya lewat telpon, walaupun pada akhirnya tidak ada yang kuberitahukan kepadamu... 


Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata:
“Kebaikan yang tiada kejelekan padanya adalah bersyukur ketika sehat wal afiat, serta bersabar ketika diuji dengan musibah. Betapa banyak manusia yang dianugerahi berbagai kenikmatan namun tiada mensyukurinya. Dan betapa banyak manusia yang ditimpa suatu musibah akan tetapi tidak bersabar atasnya.” (Mawa’izh Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 158)


Ibu, jangan berhenti mendo'akanku... jangan lelah menjadi semangat hidupku.. 

Minggu, 22 Januari 2012

motivasi dan emosi

Saat itu kuliah terakhir Psikologi...

Andai bisa memutar kembali waktu, ingin rasanya menggeluti dunia itu... pengen jadi psikolog... bisa menyelami n memahami serta lebih bijak memahami hal... kecuali ingin mengikuti "kegilaan" yang dilakukan oleh prof Jufri.. maybe.... 

materi diskusi kali ini lebih menarik dari materi yang lain, karena langsung aplikatif dan memang selalu menjadi tema sentral... "motivasi dan emosi"

Motivasi merupakan dorongan yang membuat kita bisa melakukan sesuatu, dan bukan hanya manusia saja yang bisa mempunyai motivasi, tetapi hewan pun demikian adanya. seperti dalam teori belajar yang dikemukakan oleh Vigostky. seekor anjing yang termotivasi ketika mendengar suara lonceng, karena dalam benaknya, jika lonceng berbunyi maka akan ada makanan yang akan diberikan, semua sudah terbentuk skemanya dalam otak seekor anjing. inilah yang menjadi teori "stimulus respon". ketika diberikan stimulus, maka akan muncul respon. jika pada hewan seperti itu, maka pada manusia pun efeknya akan jauh lebih besar. dan itulah motivasi. 

Motivasi merupakan kekuatan besar yang bisa mempengaruhi seseorang. lihatlah.. ada berapa banyak motivator? dan apa yang mereka lakukan adalah membangkitkan semangat dan memberikan stimulus. dan tahukah siapakah  motivator terbesar dalam hidup?. jika selama ini atau akhir-akhir ini kita sering mendengar motivator berkata di layar-layar TV, disana ada Mario Teguh, ada Ippo Santosa, dll. namun diantara semuanya, motivator terbesar adalah "Diri kita Sendiri". yah... itulah sang motivator handal, yang amat memahami diri kita dan apa yang terbaik yang mesti dilakukan. diri kitalah yang kan berusaha menemukan dimana titik bahagia kita. diri kitalah yang senantiasa mencari kenikmatan ke-Ilahi-an yang kan selalu menyinari kehidupan kita. diri kitalah yang menjadi driver dalam menyusuri perjalanan kehidupan kita. sudah tentu kita yang memilah dan memilih apa yang terbaik untuk kita. di hadapan kita sungguh banyak jalan, banyak pilihan. kitalah yang memilih jalan itu dan sudah tentu dengan konsekuensinya masing-masing. 

Karenanya, bertemanlah dengan diri anda. jangan memusuhinya, jangan menjatuhkannya, jangan menjatuhkannya. dalam dirimu ada kekuatan besar yang bisa membongkah batu harapan menjadi puing-puing prestasi dalam hidupmu. lakukanlah dialog dengan dirimu, tanya apa yang dibutuhkan oleh tubuhmu. bilakah iya membutuhkan rehat?. jangan sampai tubuhmu terdzalimi. Hargailah usaha yang dirimu lakukan, tidak dengan mencelanya. syukurilah, fahamilah... karena itulah usahamu. yakin semua bukanlah kesalahanmu jika semua tidak seperti yang engkau inginkan. tidak semua apa yang engkau cita-citakan dapat tercapai, dan tidak semua yang menurutmu juga baik adalah yang terbaik untuk dirimu. fahamilah, semua adalah ketentuan-NYA, dan fahamkan pada dirimu bahwa  itulah yang terbaik untukmu... :-)

Seperti halnya dengan motivasi, emosi pun menjadi efek afektif pada diri seseorang. kebanyakan yang terjadi adalah emosi dianggap sesuatu yang negatif atau sesuatu yang buruk, padahal tidak semua emosi seperti itu. emosi dapat berupa senyum, tertawa, marah, jengkel, sinis, dan semua ekspresi-ekspresi lain. semua tergantung dari kondisi yang ada yang akhirnya tercermin dalam bentuk-bentuk emosi tersebut. 

Munculnya emosi pada seseorang menjadi jendela dalam melihat kondisi seseorang. emosi dipengaruhi oleh kecerdasan seseorang, bukan hanya kecerdasan emosional tetapi kecerdasan lainnya ; kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, interpersonal dan juga intrapersonal. 

Tingkat intelektual seseorang akan mempengaruhi pola pikir seseorang. dia akan lebih berpikir dan bertindak lebih hati-hati dengan orang lain. dan juga akan lebih jauh berpikir ke depan apa efek dari emosi yang ia tampilkan. Sudah tentu jika dihubungkan dengan kecerdasan spiritual. kecerdasan spiritual ini dianggap sebagai rem yang paling besar yang dapat mengemudikan seseorang untuk melakukan sesuatu. Tingkat spiritual seseorang merupakan manifestasi dari keber-agama-an seseorang. 

Lalu bagaimana dengan kecerdasan interpersonal?
Kecerdasan interpersonal adalah kecerdasan merupakan kemampuan memahami dan mengerti orang lain. Tidak semua kita bisa memahami dengan baik orang lain dan begitu pula sebaliknya tidak semua orang lain bisa memahami kita. Di sinilah terkadang timbul interaksi yang memunculkan berbagai macam emosi diri. Mungkin saja kita akan dibuat dan membuat tersenyum, marah, khawatir, atau tertawa. Ketika kita bisa bisa memahamai dan mengerti orang lain ataupun sebalinya, maka disitulah akan ada harmoni yang selanjutya akan bergradasi menjadi sebuah komunikasi yang baik. semuanya tergantung dari sudut pandang melihat orang lain.

Melihat orang lain dengan kaca mata kita, belum tentu sama dengan kaca mata orang lain. Semua terbangun atas asumsi yang lahir dari kondisi-kondisi empirik yang tercipta sebelumnya yang akhirnya melahirkan skema dan pada akhirnya menjadi pencitraan. Di antara semua orang yang menilai terhadap seseorang, maka yang paling baik interpersonalnya adalah dia yang memberikan asumsi yang memang dibenarkan oleh orang yang ia asumsikan.

Namun ada hal lain yang tidak kalah pentingnya yaitu pada saat kita dinilai oleh orang lain dan memberi tanggapan atas penilaian orang lain terhadap kita, apakah kita mengakui dan sadar dengan diri kita sendiri?. karena boleh jadi ada sifat atau sesuatu dalam diri kita yang tanpa kita sadari bahwa kita seperti itu, sedangkan orang lain mengakui bahwa seperti itulah kita. apakah kita akan menyangkalinya? ataukah kita akan mengakui?. disinilah dilihat "Seberapa Jujur Kita Menilai Diri Kita Sendiri". 


Kata itu menjadi kunci kuliah sore itu, kata yang akhirnya kujadikan bahan motivasi dan muhasabah bagaimanakah aku, bagaimakah orang lain memandangku, dan bagaimana aku memandang orang lain?. 

Untukmu harapanku..


Memulai babakan baru......
Hari ini, ada harapan yang terselip di balik pagi yang menyapa. Bersama mentari yang bergradasi dengan hari.... mungkin akan ada kesangsian... namun juga ada harap penuh optimis, bilakah kali ini akan sama seperti kemarin? ataukah malah lebih buruk? ataukah akan lebih baik??? Wallahu'alam.........
Namun, satu hal yang harus terpatri, hari ini mesti dan harus..... menjadi lebih baik... Bismillah......

Selayaknya memulai sesuatu, maka begitu pula hari ini, harus kembali beradaptasi dengan keadaan, dengan rutinitas.. langkah ini harus lebih optimis..... ku ingin wajah-wajah itu lebih tersenyum.....

Pagi ini, kumulai pertemuan dengan berceloteh.. tapi mungkin lebih tepatnya menasehati.... atau bahkan memberi motivasi... karena ku harap, apa beban, kendala dan yang tercitra dalam skema mereka tentang math tidak seperti dulu lagi... ku teringat kalimat seorang teman yang mengatakan bahwa "awal membuat mereka tertarik adalah dengan membuat mereka tertarik pada diri kita lebih dahulu".

kutatap wajah meraka dengan penuh harap, semoga episode kali ini berakhir baik. kuingin mengakhiri semuanya dengan senyum. dan kuharap pun mereka bs tersenyum. mengalirlah kata-kata itu....

"nak, Alhamdulillah kita sudah sampai di paruh perjalanan kita pada episode kali ini. kalau perjalanan ini dibagi dalam babakan, maka kita sudah berada pada babakan kedua. babak penentuan. dan sangat diharapkan babak kali ini semua akan lebih baik. namun baim tidaknya semua tergantung dari usaha kita masing-masing. ingatlah nak, dalam hidup ini ada tiga pilihan hidup sebagaimana kata Rasulullah: barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka dialah orang yang celaka, barang siapa yang hari ini sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang rugi, dan barangsiapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, maka dialah orang yang beruntung. semua terserah kita, kitalah yang memilih kunci mana yang akan kita ambil, apakah keberuntungan, kerugian atau kecelakaan. tidak ada orang yang bisa memaksa kita merubahnya selain kita sendiri. kitalah yang harus mengubah semuanya, bukankah Allah sendiri mengatakan bahwa tidaklah suatu kaum diubah nasibnya apabila ia tidak mengubah nasib yang ada pada diri mereka sendiri. olehnya, berusahalah.. sadarilah..."
"bagaimana mengubah semuanya? sudah tentu dengan mengubah hal-hal yang buruk yang telah lalu dan biasakan hal-hal yang baik. sebagaimana pepatah mengatakan 'ala bisa karena biasa', berarti kalau tidak biasa maka tidak akan bisa.. biasakanlah hal-hal yang baik."

"nak, segala sesuatu itu perlu usaha. tidak ada hal yang akan terjadi dengan sendirinya tanpa usaha, termasuk dalam kepintaran. yakinlah tidak ada satupun manusia yang bodoh yang ada hanyalah manusia yang malas. kita semua diberi potensi, kita semua diberi kecerdasan masing-masing. dan mungkin kecerdasan kita tidak sama. ada yang cerdas dalam matematika tapi tidak dalam bahasa, ada yang cerdas dalam bahasa tapi tidak dalam senin, dsb. namun, walaupun kita sudah bercita-cita ingin menjadi seseorang dengan profesi tertentu, namun semua mesti ada proses. prosesnya ialah belajar."

"ingatkah pada kisah di film laskar pelangi? ketika mereka beramai-ramai akan menyeberang sebuah pulau yang dihuni oleh seseorang yang katanya sangat sakti, dengan berharap mereka bisa mendapatkan jimat supaya mereka semua bisa pintar. ketika mereka sampai di pulau tersebut, mereka diberikan selembar kertas, dan hanya boleh dibaca ketika telah sampai. namun apa yang terjadi? saat mereka menunggu dan penasaran dengan jimat yang diberikan oleh sang dukun, ternyata isi dari jimat itu adalah "Kalau nak pintar... ya BELAJAR". itulah salah satu menjadi pelajaran bagi kita bahwa semua perlu belajar, tidak ada kepintaran yang langsung saja datang dari langit, semua harus berusaha."

"siapapun dari kalian insya Allah bisa. namun yang paling penting adalah kalian mesti menanamkan mindset bahwa kalian pasti bisa. selalulah mengatakan pada diri kita.. bisa... bisa...bisa.... insya Allah kita akan bisa... dengan mengatakan begitu, akan ada dorongan dalam diri kita bahwa kita bisa, dan yakinlah kalau kita berusaha insya Allah Allah akan selalu memudahannya"

Kulihat wajah mereka khusyu' mendengar nasehatku. entah karena mereka mengerti atau karena mereka melongo, namun satu yang pasti di wajah mereka telah ada energi baru yang menjadi cas awal bagi mereka mengawali semua. diam-diam kuukir senyum dan kulipat sebuah harapan besar dalam babakan kali ini. Bismillah... insya Allah akan dimudahkan........

Hari ini pun, kuterima sebuah hadiah gantungan kunci yang istimewa buatku, "just for my math teacher" :). senang rasanya... apalagi di dalamnya da banyak kata-kata mutiara, yang bagiku secara tidak langsung itulah harapan mereka kepadaku.... insya Allah nak, kita akan memperbaiki semuanya menjadi lebih baik.... 

dan hari ini pun kulalui dengan sebuah senyum penuh harapan.. untukmu harapanku dan imajinasiku...

Catatan di awal periode, Mksr 09-01-2012